Lewati ke isi

๐Ÿ”€ Kontrol Alur dalam Java (if, else, switch)

Kontrol alur memungkinkan program Java membuat keputusan berdasarkan kondisi tertentu. Dengan struktur seperti if, else, else if, dan switch, program dapat mengeksekusi blok kode yang berbeda sesuai dengan logika yang ditentukan. Bagian ini menjelaskan cara menggunakan struktur kontrol alur untuk membuat program yang lebih dinamis dan responsif.

๐Ÿง  1. Pernyataan if

Pernyataan if mengeksekusi blok kode jika kondisi tertentu bernilai true.

Struktur:

if (kondisi) {
    // Kode dijalankan jika kondisi true
}

Contoh:

public class IfDemo {
    public static void main(String[] args) {
        int usia = 20;
        if (usia >= 18) {
            System.out.println("Anda sudah dewasa.");
        }
    }
}

๐Ÿ–จ๏ธ Output:

Anda sudah dewasa.

๐Ÿ”€ 2. Pernyataan if-else

Pernyataan else menangani kasus ketika kondisi if bernilai false.

Struktur:

if (kondisi) {
    // Kode dijalankan jika kondisi true
} else {
    // Kode dijalankan jika kondisi false
}

Contoh:

public class IfElseDemo {
    public static void main(String[] args) {
        int nilai = 55;
        if (nilai >= 60) {
            System.out.println("Lulus");
        } else {
            System.out.println("Tidak Lulus");
        }
    }
}

๐Ÿ–จ๏ธ Output:

Tidak Lulus

๐Ÿงฑ 3. Pernyataan if-else if-else

Pernyataan else if digunakan untuk mengevaluasi beberapa kondisi secara berurutan. Jika semua kondisi if dan else if bernilai false, blok else (jika ada) akan dijalankan.

Struktur:

if (kondisi1) {
    // Kode untuk kondisi1 true
} else if (kondisi2) {
    // Kode untuk kondisi2 true
} else {
    // Kode default jika semua kondisi false
}

Contoh:

public class IfElseIfDemo {
    public static void main(String[] args) {
        int nilai = 80;
        if (nilai >= 90) {
            System.out.println("Grade: A");
        } else if (nilai >= 80) {
            System.out.println("Grade: B");
        } else if (nilai >= 70) {
            System.out.println("Grade: C");
        } else {
            System.out.println("Grade: D");
        }
    }
}

๐Ÿ–จ๏ธ Output:

Grade: B

๐ŸŽ›๏ธ 4. Operator Logika dalam if

Operator logika seperti && (AND), || (OR), dan ! (NOT) digunakan untuk menggabungkan beberapa kondisi dalam pernyataan if.

Operator Fungsi Contoh Hasil
&& AND (x > 10 && x < 20) true jika keduanya benar
|| OR (x < 5 || x > 15) true jika salah satu benar
! NOT !true false

Contoh:

public class LogicalOperatorDemo {
    public static void main(String[] args) {
        int x = 15;
        if (x > 10 && x < 20) {
            System.out.println("x berada di antara 10 dan 20");
        }
    }
}

๐Ÿ–จ๏ธ Output:

x berada di antara 10 dan 20

๐ŸŽš๏ธ 5. Pernyataan switch

Pernyataan switch adalah alternatif untuk if-else berantai, cocok untuk mengevaluasi satu variabel terhadap beberapa nilai konstan.

Struktur:

switch (variabel) {
    case nilai1:
        // Kode untuk nilai1
        break;
    case nilai2:
        // Kode untuk nilai2
        break;
    default:
        // Kode default jika tidak ada case yang cocok
}
  • break: Menghentikan eksekusi switch setelah case cocok.
  • default: Opsional, dijalankan jika tidak ada case yang cocok.

Contoh:

public class SwitchDemo {
    public static void main(String[] args) {
        int hari = 3;
        switch (hari) {
            case 1:
                System.out.println("Senin");
                break;
            case 2:
                System.out.println("Selasa");
                break;
            case 3:
                System.out.println("Rabu");
                break;
            default:
                System.out.println("Hari tidak diketahui");
        }
    }
}

๐Ÿ–จ๏ธ Output:

Rabu

๐Ÿ’ก Tips: Lupa menambahkan break akan menyebabkan eksekusi berlanjut ke case berikutnya (fall-through), yang bisa menjadi bug jika tidak diinginkan.

๐Ÿงช Studi Kasus: Menentukan Ganjil/Genap

Berikut adalah contoh program untuk menentukan apakah sebuah angka ganjil atau genap menggunakan if-else:

public class GanjilGenap {
    public static void main(String[] args) {
        int angka = 7;
        if (angka % 2 == 0) {
            System.out.println("Angka " + angka + " adalah genap");
        } else {
            System.out.println("Angka " + angka + " adalah ganjil");
        }
    }
}

๐Ÿ–จ๏ธ Output:

Angka 7 adalah ganjil

๐Ÿ“Œ Kesimpulan

Struktur kontrol alur memungkinkan program Java membuat keputusan berdasarkan kondisi:

Struktur Kegunaan
if Mengevaluasi kondisi tunggal
else Menangani kasus ketika kondisi if salah
else if Mengevaluasi beberapa kondisi secara berurutan
switch Menangani banyak nilai konstan dengan rapi

๐Ÿ“Œ Catatan: Gunakan switch untuk nilai diskrit (seperti angka atau enum) dan if-else untuk kondisi yang lebih kompleks atau rentang nilai.

๐Ÿ“š Langkah Selanjutnya

Pelajari lebih lanjut tentang Konsep OOP: Object-Oriented Programming untuk memahami cara membangun program berbasis objek.